For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
Yuk, Icipin Gandhos Mr. Jos Gandhos

Yuk, Icipin Gandhos Mr. Jos Gandhos

Yuk, Icipin Gandhos Mr. Jos Gandhos

           

SOLO –IKLANKORANKU.COM Gandhos, kue tradisonal ini terbuat dari adonan tepung beras dan kelapa parut. Cetakan yang digunakan untuk memasak gandhos mirip dengan cetakan pukis, namun lebih pendek.

Untuk soal rasa, kue tradisonal ini menawarkan sensasi citarasa gurih ditiap gigitan. Sayangnya, jajanan ini mulai jarang kita jumpai. Gandhos mulai terpinggirkan dengan berbagai macam junkfood dan jajanan kekinian.

Di Solo, jajanan ini masih bisa kita jumpai di Lapak Mr. Jos Gandhos. Lapak ini ada di dua tempat yakni di jalan Wijayakusuma, Kauman, Pasar Kliwon, dan di Jalan Mayangsari rt1/rw6, Danusuman, Serengan. Lapak ini buka mulai jam 6 pagi sampai jam 10 siang.

Demi menjaga kualitas rasa lapak milik M. Fathurrahman masih mempertahankan cara tradisonal dalam pengolahan gandhos. Agar cita rasa gurih terjaga, kelapa untuk adonan diparut secara manual.

“Semuanya masih dilakukan secara tradional, untuk kelapa betul betul diparut dengan parutan tangan. Bagi pecinta kuliner pasti bisa membedakan rasa gurihnya,” ujar owner gandos Mr. Jos Gandhos itu, Jum’at (2/3/2018)

Jika dulu gandos hanya ditawarkan dengan taburan gula,, ia pun mencoba berinovasi. Aneka rasa toping ditawarkan untuk memuaskan lidah konsumen. Diantaranya toping, nanas, keju, coklat, srundeng, bluberry, strawberry dan banyak lagi pilihan rasa. Harga gandhos di  lapaknya pun ramah di kantong.

“Satu paket berisi sepuluh gandhos harganya Cuma lima ribu rupiah,” ujar Faturrahman

Tak sekedar ingin mencari peruntungan di usaha kuliner. Ia berharap lapak Mr. Jos Gandhos yang dibukanya dapat melestarikan camilan tradisonal ini. Bahkan ia menerapkan promo menarik. Untuk lapak di Jalan Mayangsari rt1/rw6, Danusuman, Serengan, ia memberikan gandhos gratis bagi anak sekolah. Sedang untuk lapak jalan Wijayakusuma, Kauman, Pasar Kliwon ia memberikan gandhos gratis bagi anak sekolah yang mampu menghafal suat surat pendek.

“Saya ingin agar makanan tradisonal ini tetap lestari dan dikenal oleh generasi kita selanjutnya. Mudah-mudahan usaha ini lancer dan berkembang,” pungkasnya. (as)

leave your comment


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top