For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
Waw, ini Asal Nama Alpukat Wina

Waw, ini Asal Nama Alpukat Wina

Waw, ini Asal Nama Alpukat Wina

SOLO (IKLANKORANKU.COM) Alpokat Wina, buah alpukat jenis ini menarik perhatian pengunjung  Festival Buah Jawa Tengah 3 di Taman Balaikambang, Solo Sabtu hingga Minggu lalu (03-04/03/18).  Berbeda dengan alpukat pada umumnya, Alpukat yang dibudidayakan di Dusun Ngasem, Desa Jetis, Kecamatan Bandungan,  Semarang itu tergolong memiliki kualitas premium.

Daging buah Alpukat Wina yang lebih sangat tebal. Bahkan rata-rata beratnya mencapai dua kilogram.  Tapi siapa sangka, nama buah ini ternyata berasal dari nama sebuah hotel.

“Nama Alpukat Wina berasal merupakan nama salah satu hotel di Kawasan Semarang,” ujar Saryono Ketua Kelompok Tani Berkah Jaya kepada iklankoranku bebrawa waktu lalu

Ia mengungkapkan, mulanya bibit tanaman alpukat besar dan terkenal memiliki daging buah tebal dan lezat ini diperolehnya dari hotel tersebut. Oleh Pemerintah Kabupaten Semarang nama ini kemudian diajukan ke Kementrian Pertanian.

“Ada tiga nama yang sempat diajukan, tapi akhirnya yang dipilih nama Wina,” katanya

Saryono mengungkapkan, awalnya tidak banyak petani yang membudidayakan alpukat Wina. Mulanya pembudidayaan Alpukat wina hanya  dilakukan lima orang petani kini. Namun saat ini  sudah ratusan petani alpukat di kawasan Bandungan yang turut membudidayakan alpukat jenis tersebut.

Saryono juga mengungkapkan, pada panen perama tahun 2011 mulanya harga alpukat wina tergolong rendah. Harga alpukat Wina per kilogram hanya Rp 15 ribu. Namun saat ini harga alpukat Wina sangat fantastis.

“Satu kilogram Alpukat Wina itu harganya Rp 40 ribu,” katanya

Berat buah Alpukat Wina berkisar antara 1,3 kilogram bahkan ada yang mencapai 2 kilogram.  Jika umumnya alpukat  berkulit tipis matang dalam waktu tiga hari. Alpukat Wina matang dalam satu pekan, sehingga lebih cocok untuk ekspedisi jarak jauh.

“Setiap daerah memiliki potensi untuk pengembangan tanaman alpukat, terutama tanah yang tidak berair dan beriklim sejuk. Misalnya seperti kawasan Semarang dan Salatiga,” pungkasnya (as)

leave your comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top