For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
Tekuni Modelling, Avista Maera Ogah Foto Syur

Tekuni Modelling, Avista Maera Ogah Foto Syur

 

SOLO (iklankoranku.com) Dunia modeling kadang menyilaukan mata. Tak jarang, model pemula terperosok menjadi model dengan cara instan.

Namun, tidak demikian bagi Avista Maera. Belia yang baru merintis karir di dunia modeling sangat selektif dalam menerima job pemotretan.

Dara yang akrab disapa Avista, punya prinsip yang tak bisa goyah. Ia tak mau menerima tawaran foto syur dengan tematik bikini, toples, ataupun nude.

‘Nggak sampai hati mas, kalau harus foto begituan. Dan pasti keluarga gak ngijinin,” katanya.

Menurutnya, karir dunia modeling tak melulu lewat cara instan. Menjadi model profesional menurutnya butuh ketekunan serta keinginanan kuat untuk terus belajarlah. Dua hal ini menjadi bekal untuk survive di dinia modeling tanpa terjerumus pada hal-hal negatif.

Dara manis kelahiran Sukoharjo, 12 Maret 2000 ini mengaku tertarik dengan dunia modeling sejak
duduk dibangku Taman Kanak-Kanak (TK). Ketertarikan itu muncul lantaran ia sering diajak untuk menemani lomba modeling. Siapa sangka, diam-diam ia jatuh hati pada dunia modeling.

Setidaknya sudah dua tahun ia freelance model untuk foto sesi. Semua dipelajari secata otodidak. Namun diakui, keberaniannya untuk berpose tidak lepas dari peran sesama model dan arahan fotografer saat foto sesi.

“Belajarnya ya cuman dari lihat model lainnya. Waktu awal-awal kadang juga dimarahi sama fotografernya,” tutur Avista.

Namun kini ia mulai diperhitungkan. Banyak fotografer menggandengnya untuk memenuhi protofolio hingga keperluan pemasaran produk komersil.

Meskipun demikian, ia tetap memprioritaskan sekolah menengah atas yang masih dilakoninya. Selepas lulus, ia berencana mendalami hobinya ini dengan masuk sekolah modeling. Sebab menurutnya, foto model profesional tak hanya mengandalkan laras ayu.

“Kalau modal cantik doang, banyak yang lebih cantik. Pasti ada beda antara yang sekolah modeling dan yang nggak,” pungkasnya. (as)

leave your comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top