For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
Solo MAGic Community, Gudangnya Pesulap di Soloraya

Solo MAGic Community, Gudangnya Pesulap di Soloraya

Solo MAGic Community, Gudangnya Pesulap di Soloraya

 

SOLO (iklankoranku.com) Pernah bermimpi jadi pesulap hebat, kayak Dedy Corbuzer, Demian atau Pak Tarno? Nah, di Solo dah ada kok komunitas yang siap gembeleng kamu buat jadi pesulap handal. Jangan kahwatir, kamu bisa belajar dari nol bahkan sampai ahli. Komunitas ini namanya Solo MAGic Community (SOLMAC).

SOLMAC berdiri 21 April 2012 lalu. Komunitas ini gudangnya pesulap lokal se-Solo Raya. Di Indonesia, SOLMAC merupakan komunitas ketiga setelah komunitas pesulap di Semarang dan Yogyakarta.

Awalnya SOLMAC Cuma beranggotakan tiga pesulap. Tapi perkembangannya lumayan pesat. Sekarang anggotanya mencapai 47 orang. Anggota SOLMAC pun berkembang hingga lintas profesi. Mulai dari anak sekolah, seniman, pengacara bahkan seorang aparat seperti polisi pun pernah bergabung, sebab siapapun bisa menjadi pesulap,.

“Anggota kita berasal dari berbagai profesi ada yang selles, pengacara, polisi, fotogrfaer, dancer. Musisi juga ada, jadi kalau butuh apa- apa itu enak, misal ada fotografer ya minimal bantu dokumentasi kita pas perform,” ungkap Cazo, Kamis (15/2/2018)

El Cazo Dejavu selaku pembina sekaligus penggagas SOLMAC mengaku, sampai saat ini pengakuan perihal sulap sebagai seni masih sangat minim.

“Banyak kalangan hanya menganggap sulap sebagai sebuah pertunjukan unik dan menghibur. Padahal permanan sulap lebih banyak bermain kreativitas, baik, bahkan sejak sebelum main panggung kita buat konsep dulu, seperti pertunjukan seni lainnya,” imbuh Cazo

SOLMAC pernah membuktikan , bahwa permainan sulap bisa dikombinasikan dengan permainan lainnya.Misal musik atau dancer, vocal, bahkan pentas ketoprak. SOLMAC pernah membuat pentas ketoprak magic yang mengkolaborasikan antara seni ketoprak dan seni sulap di Gedung Sriwedari.

“Jadi sebenernya sulap itu luwes, siapapun kalau belajar pasti bisa memainkannya, bahkan kita bisa kolaborasi dengan seni lainnya,” pungkas Cazo

leave your comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top