For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
Slamet Wahyudi, ‘Sulap’ Limbah Fiber Jadi Bonsai

Slamet Wahyudi, ‘Sulap’ Limbah Fiber Jadi Bonsai

Slamet Wahyudi, ‘Sulap’ Limbah Fiber Jadi Bonsai

SOLO- (iklankoranku.com)Bonsai, umumnya berasal dari tanaman  yang berukuran kerdil  atau sengaja dikerdilkan. Tapi, tidak demikian dengan karya bonsai Slamet Wahyudi. Pria asal solo kelahioran 57 tahun silam ini membuat bonsai dari limbah fiber. Karya yang ia berimana bonsai purba ini  sudah produksinya sejak setahun yang lalu

Slamet mengungkapkan, limbah fiber tidak sulit ia dapatkan. Bahkan ia mendapatkannya secara cuma. “Disinikan banyak perajin figura, potongan fiber itu saya kumpulkan untuk bahan baku pembuatan bonsai,”ujarnya Minggu (4/3/2018)

Ia menuturkan, potongan-potongan fiber ia kumpulkan menjadi satu.  Kemudian ia rendam dengan bensin selama empat hari. Setelah empat hari  fiber akan meleleh dan berbentuk seperti adonan.

Setelah adonan fiber siap, Slamet menyusun ranting ranting pohon dan karet bekas. Ia menyusunnya  hingga menyerupai bentuk pohon bonsai. Setelah itu   ia menempalkan  adonan fiber pada ranting yang telah disusunny hingga merata.

“Proses seninya di sini,  proses menempelkan fiber tidak boleh sembarangan  perlu keahlian kusus supaya pohon bonsai terlihat natural,” imbuhnya

Lanjutnya, setelah fiber ditempelkan secara merata,  bonsai kemudian diwarnai menggunakan cat dan dijemur hingga kering.   Untuk sentuhan akhir bonsai dihiasi dengan daun dan bunga agar terlihat semakin menawan.

Dalam sehari  Slamet dapat memproduksi lima hingga tujuh pohon bonsai   satu pohon bonsai purba  ia bandrol mulai harga Rp 00 ribu hingga Rp 600 ribu.  “Tergantung besar kecilnya ukuran  serta kerumitan bentuknya,” imbuh Slamet

Slamet berharap  kerajinan bonsai hasil daur ulang limbah fiber ini dapat menginspirasi kaum muda  lebih semangat berkarya dalam pemanfaatan limbah.

“Harapannya, generasi muda juga ikut kreatif untuk mengolahblimbah sampah,supaya bisa lebih bermanfaat,” pungkasnya

leave your comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top