For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
Situs Menggung, Petilasan Prabu Airlangga

Situs Menggung, Petilasan Prabu Airlangga

Situs Menggung, Petilasan Prabu Airlangga

KARANGANYAR, iklankoranku.com -Tawangmangu, salah satu kecamatan di Kabupaten Karanganyar ini tak hanya terkenal dengan air terjun Grojogan Sewu nya. Di Tawang mangu ternyata terdapat salah satu situs bersejarah, yakni Situs Menggung.

Cukup mudah menemukan situs ini. Sebab warga setempat pasti akan menujukannya jika kita bertanya dimana lokasi Situs Menggung. Di dekat pintu masuk situs juga telah ada tanda cagar budaya.  Selain itu, pintu masuk situs juga dibangun gapura berarsitektur Bali yang membedakan dengan bangunan di sekitarnya.

Jika kita memasuki situs ini, setelah melewati beberapa anak tangga kita akan meilihat pohon besar. Di bawah pohon itulah petilasan Prabu Airlangga. Di Situs Menggung juga terdapat beberapa arca termasuk arca yang menggambarkan sosok Prabu Airlangga.

Juru pelihara Situs Menggung, riyanto,  mengatakan berdasarkan catatan sejarah konon Prabu Airlangga hendak menikahi putri dari pamannya Dharmawangsa Teguh di Watan,  yang merupakan ibukota Kerajaan Medang atau sekarang di sekitar kawasan Maospati.

Namun, saat pesta pernikahan hendak dilangsungkan, ternyata Raja Wurawari yang berasal dari Lwaram atau sekarang sekarang Cepu-Bloratiba tiba menyerang. Merujuk pada prasasti Pucangan, penyerangan itu terjadi tahun 928 Saka, atau 1006/1007 Masehi.

Dalam pertempuran itu, Prabu Airlangga dengan Patih Narutama berhasil lolos dan mengamankan diri ke hutan Wonogiri. Setelah kondisi dirasa aman Prabu Airlangga dan Narutama melakukan perjalanan untuk kembali ke Kediri.

“ditengah perjalanan itu mereka beristirahat di Nglurah ini.” tuturnya

Lanjutnya, Prabu Airlangga juga sempat bertanya Patih Narutama apa akan tetap ikut ke Kediri atau tinggal. Ternyata Patih Narutama ternyata menghendaki tinggal. Tak hanya itu Patih Narutama juga menikahi dengan perempuan setempat yang bernama Nyi Rasa Putih.

“Maka bagi warga sekitar Patih Narutama dan Nyi Rasa Putih juga diyakini sebagai leluhur masyarakat Nglurah. Sedangkan nama menggung berasal dari kata Tumenggung,” imbuhny

Ia menambahkan, Situs Menggung masih sering dikunjungi peziarah khususnya warga beragama Hindu dari Bali. Paling tidak dalam sebulan, ada sepuluh orang peziarah.  Sementara itu oleh masyrakat sekitar Situs Menggung eksis untuk acara Dukutan.

“Itu sejenis tradisi bersih desa. dinamakan Dukutan karena diselenggraakan  saat wuku Dukut,” pungkansya. (as)

leave your comment


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top