For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
Perayaan Cap Go Meh, Liong Dan Barong ‘Blusukan’ ke Pertokoan

Perayaan Cap Go Meh, Liong Dan Barong ‘Blusukan’ ke Pertokoan

Perayaan Cap Go Meh, Liong Dan Barong ‘Blusukan’ ke Pertokoan

SOLO (iklankoranku.com) Sejumlah toko di kawasan Nonongan, Singosaren Solo menjadi ‘panggung’ atraksi bagi Liong dan Barongsai. Bukan kebetulan, hal ini merupakan agenda tahunan dalam perayaan Cap Go Meh, yakni perayaan 15 hari setelah imlek.

Sejumlah pelaku usaha meyakini, aksi Liong dan Barongsai bukan sekedar pertunjukan. Aksi atraktif dan memukau tersebut diyakini membawa dampak bagi kelangsungan usaha.

“Ini tradisi yang diyakini  untuk tolak bala dan juga memperlancar rejeki,”  ujar Sugiyarto (65) pemilik toko Jl Yos Sudarso No. 105 Solo, kemarin Jumat (2/3/2018)

Lanjutnya,  Cap Go Meh juga dimaknai dengan pertunjukan Liong dan Barongsai dipercayai bakal membawa keselamatan.  Oleh karena itu ia sengaja menggantungkan Angpao untuk direbut barongsai.

Menurutnya, Angpao dibagikan sebagai wujud rasa syukur selama setahun lalu , dengan harapan rejeki yang diterima ditahun ini melimpah ruah.  Selain itu, Angpao juga menjadi ungkapan kepedulian terhadap sesama.

“Mudah mudahan rejeki kita makin berlimpah, dan diberi keselamatan,” katanya

Sementara itu, Jonathan Ido Putra (11) salah satu pemain  barongsai mengaku senang bisa mengikuti pertunjukan itu. Terlebih pertunjukan ini merupakan pertunjukan perdana baginya.

“Belajar barongsai baru 3 bulan lalu, tapi seneng kok bisa ikut main. Apalagi dapat angpao,” katanya

Pelatih Barongsai Tri Pusaka, Adjie Chandra menjelaskan, di Kota Bengawan dan beberapa kota lain perayaan Cap Go Meh biasa dimeriahkan atraksi Baringsai.Konon katanya, jalanan yang dilewati atau tempat yang didatangi Barongsai akan mendapatkan berkah.

“Inilah kepercayaan yang masih dipercaya hingga saat ini,” ujarnya

Disisi lain, ia sengaja menyuguhkan pertunjukan tersebut agar dapat dinikmati oleh masyaralat umum.  “Bukan cuma mereka yang biasa ke Klenteng saja tetapi bisa dilihat oleh siapa pun,” pungkasnya. (as)

leave your comment


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top