For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
Maman, Berjuang Lestarikan Gendhang

Maman, Berjuang Lestarikan Gendhang

Maman, Berjuang Lestarikan Gendhang

SUKOHARJO (iklankoranku.com) Gendhang, produksi alat musik tradisonal ini mulai terpinggirkan. Tapi, di salah satu sudut kabupaten Sukoharjo tepatnya di desa Laban, kecamatan, Mojolaban  masih ada yang konsisten memproduksi alat musik ini.

Dia adalah Maman Hadi Darmanto. Pria  47 tahun ini  sudah memproduksi gendang sejak 2013 silam. Tak peduli dengan masuknya arus musik barat, ia bersama karyawannya  berjuang untuk memproduksi gendang.

“Saya pengen gendhang tetap eksis bertahan ditengah kemajuan zaman,” ujarnya Minggu (4/3/2018)

Maman menuturkan, untukn bahan baku  Maman menggunakan beberapa jenis kayu. Diantaranya, kayu nangka, mangga, trembesi serta mahoni.

Ia menjelaskan, dalam proses pembuatan  kayu dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Kemudian dibentuk menggunakan mesin bubut. Selanjutnya  kayu dilubangi di bagian tengah agar dapat menghasilkan bunyi saat dipukul. telah itu  gendang dijemur dan diwarnai. Setelah itu kulit sapi atau kulit kerbau dibalutkan.

Untuk membuat gendang dengan kualitas bagus  maman membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan . Harga gendang cukup berfariasi. Maman mematok harga mulai dari Rp 450 ribu  hingga Rp  7 juta.

“Kalau soal harga,  itu tergantung  ukuran dan kualitas gendang,” katanya

Namun, Maman mengaku mengalami kendala dalam produksi. Pasokan bahan baku semakin minim dan sulit dicari.  Meskipun demikian, ia tetap berusaha menyuguhkan kualitas terbaik dari tiap gendhang yang di produksinya.

“Saya berharap  generasi muda lebih peduli terhadap kebudayaan bangsanya,  termasuk ikut melestarikan keberadaan alat musik gendang yang saat ini sudah mulai punah,” pungkasnya (as)

leave your comment


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top