For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
Langen Beksan Nemlikuran, Berkomitmen  Lestarikan Tari Tradisional

Langen Beksan Nemlikuran, Berkomitmen Lestarikan Tari Tradisional

Langen Beksan Nemlikuran, Berkomitmen  Lestarikan Tari Tradisional

SOLO (iklankoranku.com) Gugurnya satu demi satu para pakar tari dan minimnya minat generasi muda untuk mempelajari seni tari tradisonal mengundang keprihatinan Tahun 2003 lalu di Solo berdirilah Komunitas Langen Beksan Nemlikuran.  Komunitas ini beridir dengan komitmen  merawat seni tari tradisi.

 

Penamaan Langen Beksan Nemlikiran ternyata cukup unik. Nama ini muncul ketika perayaan hari jadi SMKN 8 Surakarta yang jatuh pada tanggal 27 Agustus. Tanggal Nemlikur atau dalam bahasa Indonesia tanggal dua puluh enam ini merupakan malam midodareni hari jadi SMK N 8 Surakarta. Dan sejak saat itu pula  pentas rutin bulanan digelar pada tanggal 26 diendopo SMK N 8 Surakarta.

 

Ketua Komunitas Langen Beksan Nemlikuran, Daryono mengungkapkan, sejak awal beridiri komunitasini sangat minim dukungan. Tak hanya sepi dari dukungan masyrakat, namun juga dukungan pemerintah. Padahal komunitas ini didirikan orang yang ahli dan dalam hal dunia tari.

“Minimnya keterlibatan masyarakat di Kota Surakarta ini ditandai belum adanya pihak yang bersedia mengundang para pengurus Langen Beksan Nemlikuran menjadi pengisi loka karya atau diklat tari,” ujarnya Senin (26/2/2018)

 

Daryono menuturkan, banyak juga orang yang menganggap seni tari tidak akan menghasilkan keuntungan materi. Akhirnya, banyak orang tua tidak lagi menyuruh anaknya untuk belajar menari, dan meminta sang anak untuk fokus pada materi akademik.

Hal ini diperburuk dengan tidak adanya dukungan pemerintah yang bisa membantu pembiayaan di Langen Beksan Nemlikuran. Akhirnya, komunitas mengandalkan iuran sukarel. Meskipun demikian ternyata tidak menyurutkan niat para pecinta seni tari tradisi untuk mengadakan pentas di Langen Beksan Nemlikuran

“Sebenarnya keberadaan Langen Beksan Nemlikuran ini sangat berguna bagi dunia pendidikan, anak anak bisa langsung melihat bagaimana menari yang baik dan benar,” tuturnya

 

Daryono berharap, regenerasi seni tari tradisi tidak mengalami keterputusan. Selain itu ia ingin agar Langen Beksan Nemlikuran sebagai media belajar tari tradisi, agar semakin banyak generasi muda yang bersedia mempelajari seni tari.

“Kalau setiap kali pentas ada minimal enam tarian maka selama hampir lima  belas tahun berkarya sudah ada ratusan karya yang dipentaskan,” pungkasnya

leave your comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top