For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
Kirab Budaya Grebeg Sudiro, Wajah Akulturasi Jawa-Tionghoa di Solo

Kirab Budaya Grebeg Sudiro, Wajah Akulturasi Jawa-Tionghoa di Solo

Kirab Budaya Grebeg Sudiro, Wajah Akulturasi Jawa-Tionghoa di Solo

 

 

SOLO- (iklankoranku.com) Ribuan warga menyaksikan Kirab Budaya Grebeg Sudiro, Minggu (11/2). Kawasan Pasar Gede Solo pun penuh sesak. Beragam pertunjukan yang menyuguhkan akulturasi budaya jawa dan Tionghoa disajikan.

Kirab budaya Grebeg sudiro tahun ini mengusung tema “Melestarikan Budaya Bangsa untuk Merajut Kebhinekaan”. Tema ini dijabarkan dalam bentuk pertunjukan dari seni pertunjukan tradisi reog, liong dan barongsai. Kostum dewa dalam mitologi cina serta beragam baju adat dari nusantara juga meramaikan kirab budaya grebeg Sudiro 2018.

“Kami selaku pemerintah kota Solo berharap kekayaan budaya di Kota Solo ini senantiasa terjaga,” ujar Walikota Solo, Fx Hadi Rudyatmo

Kirab Budaya Grebeg Sudiro 2108 diikuti 1500 peserta. Rombongan dilepas dari panggung kehormatan didepan Pasar Gede, lalu menyusuri Jalan Jenderal Sudirman, Mayor Kusmanto, Kapten Mulyadi, Jalan Juanda, Urip Sumorhardjo dan kembali ke Pasar Gede.

Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2018, Bul Hartomo mengatakan, kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, masyarakat maupun Pemkot Solo dan TNI/POLRI. Ia berharap kirab dengan nuansa akulturasi budaya ini dapat merajut kembali kebhinekaan dan kehidupan masyarakat yang harmonis.

“kami berharap, melalui kegiatan ini kelurahan Sudiroprajan menjadi contoh kehidupan masyrakat antar etnis yang harmonis,” katanya (as)

leave your comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top