For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
Kak Seto: Saatnya Permainan Tradisional Populer Lagi

Kak Seto: Saatnya Permainan Tradisional Populer Lagi

Sebagai bagian dari budaya, permainan tradisional hidup di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Selain itu, atas berbagai manfaatnya, pemerhati sekaligus psikolog anak Seto Mulyadi menilai permainan tradisional perlu untuk kembali populer.

Menurut pemerhati anak yang juga ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak ini, perlunya permainan tradisional kembali populer mengingat setidaknya ada empat manfaat utama dari produk kebudayaan itu.

“Adanya permainan tradisional ini membantu anak-anak untuk bergerak secara fisik. Ini yang sering dilupakan, karena kalau anak main gadget kan duduk, nonton sedikit duduk, dan kurang bergerak membuat anak tidak sehat,” kata Kak Seto, sapaan akrabnya kala berbincang dengan CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Kak Seto mengatakan bahwa manfaat yang kedua yakni mendorong anak memiliki kemampuan bersosialisasi atau psikososial.

Dengan melakukan permainan tradisional, Kak Seto menilai anak akan belajar bermain bersama, melihat situasi, melatih diri untuk tidak egois, dan tidak menang sendiri.

Sedangkan yang ketiga, permainan tradisional dikatakan Kak Seto menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan.

“Permainan tradisional punya aturan-aturan yang harus diikuti dengan jujur, kalau kalah ya harus ganti dia yang mengejar dan sebaliknya begitu. Jadi itu ada nilai-nilai moral, kejujuran, keberanian mengakui kekalahan, tidak memaksakan kehendaknya,” paparnya.

Permainan tradisional melatih kemampuan psikososial anak.
Permainan tradisional melatih kemampuan psikososial anak. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)

Keempat, permainan tradisional juga membantu perkembangan kreativitas anak. Dengan bermain, anak-anak akan berusaha untuk lebih aktif mencari strategi untuk menang.

Dengan begitu banyaknya manfaat, Kak Seto pun mengaku sempat menyampaikan pada Presiden Joko Widodo agar permainan tradisional menjadi bagian yang diajarkan di sekolah.

“Saya sampaikan, mohon Bapak Presiden memasukkan kembali adanya permainan tradisional dalam kurikulum sebagai kegiatan ekstrakulikuler,” kata Kak Seto.

“Masing-masing daerah tentu punya walau berbeda tapi intinya sama. Jadi itu yang mudah-mudahan segera diwujudkan di tahun ajaran baru ini,” lanjutnya.

Selain menjadi bagian dari kurikulum sekolah, Kak Seto juga menyarankan agar televisi di Indonesia dapat memberi banyak contoh permainan tradisional yang dibungkus dalam konsep tayangan mengasyikkan serta menyenangkan.

“Sudah saatnya dipopulerkan kembali, karena dengan demikian anak-anak akan mengembangkan karakter yang positif, bisa bekerjasama, menghargai perbedaan, tidak individualistis, mengembangkan kejujuran dan seterusnya,” kata Kak Seto.

Dia menambahkan, bahwa cara itu pun dapat menjadi langkah konkret sebagai perwujudan pendidikan karakter.

“Kita sibuk berbicara pendidikan karakter tapi kalau tidak ada langkah-langkah konkret untuk membuat anak-anak mengarah ke sana dengan permainan-permainan tradisional tadi ya, akhirnya sama saja bohong istilahnya,” kata Kak Seto. (end)

Sumber

leave your comment


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top