For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
Dinas Pariwisata Solo Bakal Kembangkan Tiga Kampung Wisata

Dinas Pariwisata Solo Bakal Kembangkan Tiga Kampung Wisata

Dinas Pariwisata Solo Bakal Kembangkan Tiga Kampung Wisata

SOLO, iklankoranku.com -Dinar pariwisata Kota Surakarta berencana membidik tiga kelurahan untuk dikembangkan sebagai kampung wisata. Hal ini dilakukan lantaran kampung mulai dilirik para wisatawan.

“Ada tiga kelurahan yang akan kita kembangkan untuk menjadi wisata kampung. Antara lain Baluwarti, Sudiroprajan Dan Sondakan,”ujar Weni Andriyanto Kasi Penhembangan daya tarik wisata Dinas Pariwisata Kota Solo Kamis (22/3/2018).

Ia mengungkapkan, tiga kelurahan tersebut di pilih karena memiliki potensi wisata. Ia menuturkankelurahan, Sondakan sebenarnya kaya akan kerajinan batik. Namun, selama ini tersisih dan hanya menjadi bayang bayang kampung wisata laweyan. Padahal didalannya tersimpan banyak potensi.

“Misalnya kerajinan lukis batik, kerajinan wayang, dan kerajinan bambu,” tuturnya

Begitu pula halnya dengan Baluwarti. Kelurahan ini menyimban daya tarik wisata arsitektur rumah jawa yang terjaga keasliannya, selain itu juga memiliki kerajinan tosan aji dan menyimpan rahasia ramuan kecantikan kraton.

 

Sedangkan yang ketiga kelurahan Sudiroprajan, potemsi budaya  akulturasi budaya. Selain itu atraksi budaya dari negeri tirai bambu, berupa Barongsai Dan Liong justru kini dimainkan oleh penduduk lokal.  Tak hanya itu, Sudirompajan diperkuat dengan destinasi wisata Pasar Gede dan Kleteng Tien Kok Sie.

“Dari hasil ventarisasi, sebenarnya banyak kampung yang punya potensitapi yang menonjol tiga itu. Kami akan lalukan workshop dan identifikasi potensi bersama pemerintah kelurahan, pokdarwis dan juga karang taruna,”ungkapnya

Andri menjelaskan, berbeda dengan destinasi wisata pada umumnya, kampung wisata lebih menekankan pada peran serta masyarakat. Oleh karena itu ia berharap semua unsur dalam masyrakat memiliki kesadaan untuk mengembangkan potensi wisata kampung. Selain itu juga mengemas, membuat paket perjalanan dan menjualnya.

“Sebab saat ini tren wista bukan lagi wisata rombongan besar yang datang belanja dan pulang. Tapi backpacker dalam jumlah kecil dan beberapa hari dengan tujuan untuk belajar hal baru. Makanya ini peluang bagi kampung-kampung di Kota Solo,” pungkasnya. (as)

leave your comment


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top