For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
Agung Widagdo, Sutradara Dibalik Pentas Kolosal Adeging Kutha Sala

Agung Widagdo, Sutradara Dibalik Pentas Kolosal Adeging Kutha Sala

Agung Widagdo, Sutradara Dibalik Pentas Kolosal Adeging Kutha Sala

SOLO (iklankoranku.com) Agung Widagdo, begitulah pria ini akrab disapa. Namanya tak diragukan lagi dalam penggarapan tari kolosal. Pria kelahiran 26 September 1976 ini pula yang menggarap Pentas Kolosal Adeging Kutha Sala.

Agung dipercaya menggarap Pentas Kolosal Adeging Kutha Sala sejak tahun 2015 lalu. Agung sangat mementingkan detail karyanya, terlebih pentas yang kemarin menyedot ribuan pasang mata itu dalam mengisahkan  berdirinya kota Solo. Ia pun mengorek berbagai literatur sejarah dan bertukar dengan banyak tokoh masyarakat.

Menurutnya, ini diperlukan lantaran secara konseptual cerita Adeging Kutha Sala tetap akan sama.  Namun dalam penggarapan pentas kolosal hal ini menjadi tantangan seorang seniman untuk tertantang untuk menyuguhkan karya kreatif namun tidak melenceng dari pakem.

“Kesulitannya, mencari suatu yang baru, original di setiap tahunnya,” ungkap sutradara berambut gondrong ini, Senin (26/2/2018)

Dibeberapa bagian ia melakukan penambahan gerak dan adegan, termasuk detail tarianyang berbeda dari tahun lalu. Termasuk jumlah penari yang lebih banyak.  “Tahun 2017 lalu melibatkan seratus penari, tapi di tahun 2018 ini sekiar seratus tujuh puluh penari,” imbuhnya

Pengalamannya selama empat tahun menggarap pentas yang sama, memudahkan penggarapan pentas tahun ini lebih mudah.  Dalam waktu dua bulan seluruh konsep sudah matang. Bahkan dalam yang terbilang singkat.

“Kalau sekaramg sudah enak, artis pendukung yang terlibat juga orang-orang yang biasa bekerja bareng saya.Dulu awal menggrap ini prosesnya panjang. Kemarin itu sebelum pentas pertama latihan sendiri sendiri, nah dua minggu terakhir baru latihan bareng ,” pungkanya

Kerja kerasnya membuahkan hasil. Agung berhasil menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari tahun lalu. Ribuan pasang mata menjadi saksi karya apiknya. (as)

leave your comment


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top