For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
Agung, Hidupkan Kebudayaan Bangsa Lewat Industri Gamelan

Agung, Hidupkan Kebudayaan Bangsa Lewat Industri Gamelan

Agung, Hidupkan Kebudayaan Bangsa Lewat Industri Gamelan

Sukoharjo, iklankoranku.com Gamelan, alat musik tabuh ini merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia. Di Kabupaten Sukoharjo, ada sosok yang masih tekun memproduksi gamelan. Ia adalah Agung Kuncoro (47) warga dukuh Jatiteken Desa Laban Kecamatan Mojolaban.

Menurut Agung, gamelan merupakan alat musik legendaries. Bahkan gamelan  menjadi salah icon bangsa Indonesia. NAmun demikian, dibalik  eksistensinya sudah mendunia, tidak banyak dari masyarakat yang mau mempelajari terlebih membuatnya.

Nah, di dukuh Jatiteken Desa Laban Kecamatan Mojolaban inilah, Agung selama bertahun tahun agung menekuni usaha ini pembuatan gamelan. Bahkan iajuga membuat sanggar. Hal ini dilakukannya bukan semata-mata mengais rejeki, namun mempertahankan eksistensi gamelan ditengah gempuran alat music modern.

“Sekarang anak-anak muda itu ndak kenal sama gamelan. Saya pegen agar budaya jawa juga kembali dikenal oleh generasi kita,” ujarnya Rabu (21/3/2018)

Agung tidak sendiri, dibantu puluhan karyawan Ia berhasil memproduksi gamelan secara masal. Pesanantak hanya datang dari dalam negeri. Peminat gamelan yang di produksi agung bahkan datang dari luarr negeri.

“Penjualan memang ada yang ke luar negeri juga. Misanya ke Malaysia, Jepang dan Inggris,” katanya

Setidaknya ada dua jenis gamelan yang diproduksi Agung. Yakni gamelan dari besi dan gamelan dari perunggu. Gamelan besi terbuat dari plat plat besi yang direkatkan menjadi satu menggunakan las sedangkan gamelan perunggu proses pembuatannya lebih rumit karena harus dipanaskan dan ditempa secara manual

Agung berharap industri gamelannya semakin besar dan dikenal masyarakat luas.  Disamping sisi keuntungan, ia berharap melalui produksi gamelan salah satu  kebudayaan kini sudah mulai ditinggalkan dapat tetap eksis.

“Mudah mudahan industri ini semakin bisa mengenalkan gamelan di kancah internasional, dan mendorong generasi kita untuk mempelajarinya, terampil menabuh bahkan membuatnya,” pungkas Agung (as)

leave your comment


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top