For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
Ada Ritual Dibalik Pentas Kolosal Adeging Kutha Sala

Ada Ritual Dibalik Pentas Kolosal Adeging Kutha Sala

Ada Ritual Dibalik Pentas Kolosal Adeging Kutha Sala

SOLO (iklankoranku.com) Peringatan Hari Jadi Kota Surakarta ke 273 kemarin kembali menyuguhkan Pentas Kolosal Adeging Kutha Sala. Dibalik suksesnya acara itu ternyata ada sosok Agung Widagdo. Sutradara berambut Gondrong ini mengungkapkan, ia selalu melakukan ritual tiap kali menggrap pentas ini.

Ritual yang dimaksuda Agung yakni ziarah ke makam Ki Gede Sala, yang terletak di Ndalem Mloyokusuman, Baluwarti, Pasar Kliwon itu. Selain ziarah ke makam Ki Gede Sala, ziarah kubur pun juga dilakukan di makam Ki Ageng Henis di Laweyan dan Makam Ki Ageng Yosodipuro di Pengging Boyolali.

Menurutnya, hal itu sebagai bentuk penghormatan kepada pendahulu yang telah berjuang dimasa silam dan  turut terlibat dalam berdirinya kota Solo. Ia menepistudingan bahwa yang dilakukannya tindakan musyrik. Sebab, ziarah kubur yang ia lakukan adalah berdoa pada Allah.

“Kita berdoa kepada Allah, mendoakan tokoh-tokoh yang telah terlibat dalam berdirinya Kota Solo. Kita juga minta kepada Allah mohon kelancaran,” katanya

Bedanya, jika kebanyakan oramg perlu 15 menit untuk ziarah, Ahung Widagdo butuh waktu lebih lama. Menurutnya, tidak tergesa gesa membuatnya lebih khusyuk dalam berdoa. Tak jarang ide kreatif juga toiba tiba ditemukannya. “Kadang kadang ide kreatif muncul ditengah suasana sepi,” katanya

Kendati demikian, ia tak hanya mengandalkan ide idenya saja. Kajian pustaka berbagai litelatur sejarah menjadi patokannya. Ia juga bertukar dengan sejumlah tokoh-tokoh masyaralat yang masih tinggal dan berhubungan dengan keraton hingga saat ini. (as)

leave your comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top