For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
Ini 8 Bahaya Ngedot Bagi Tumbuh Kembang Anak

Ini 8 Bahaya Ngedot Bagi Tumbuh Kembang Anak

Ini 8 Bahaya Ngedot Bagi Tumbuh Kembang Anak

 

TIPS, iklankoranku.com -Menurut Tokoh Psikoloh Analisa, Sigmun Freud masa bayi adalah merupakan tahap oral. Tahap oral adalah kondisi dimana sumber utama kenikmatan dan pemuasan kebutuhan bersumber dari daerah mulut. Menurutnya, tahap oral ini berlangsung pada usia 0 sampai 1 tahun.

Tahap oral ini ada dua fase, yakni fase oral pasif dan fase oral aresif. Contohnya, pada fase oral pasif bayi mengulum dan menghisap tangan sendiri. Sedang fase oral agresif ditandai bayi menggigit mainan atau benda yang digenggampanya ke dalam mulut.

Pada fase oral ini rasa aman dan nyaman dan nyaman dirasakan paling  penting oleh anak. Jika fase ini tidak terpenuhi, maka bisa mengakibatkan anak kurang percaya diri pada masa dewasa nantinya. Kegagalan di fase ini juga bisa mengakibatkan kecanduan pada kepuasan oralnya. Misalnya dapat kita jumpai adanya balita masih mengenyot jempolnya, gigit jari, hingga masih mengenyot dot nya.

Nah, berikut ini adalah  8 bahaya ngedot bagi tumbuh kembang anak,kita simak yuk.

  1. Meningkatkan resiko gangguan pertumbuahan gigi. Ketika  gigi anak mulai tumbuh, tapi masih ngedot maka hal itu akan mengganggu pertumbuhan gigi.
  2. Mengalami resiko gangguan rahang. Jika pertumbuhan gigi terhambat hal itu juga akan mengakibatkan terjadinya gangguan rahang.
  3. Bottle Caries. Jika anak terlalu lama ngedot maka akan merusak bentuk mulut dan juga giginya.
  4. Menimbulkan efek kecanduan. Ketika anak sudah tumbuh besar, maka upaya melepas anak dari dot akan semakin susah.
  5. Mengalami resiko infeksi telinga. Hal ini terjadi karena adanya tekanan volume suara pada saat ngedot.
  6. Mengalami resiko keterlambatan bicaral. Terlalu lama menggunakan dot menyebabkan otot mulut pada bayi kurang terlatih untuk bicara.
  7. Meningkatkan resiko penyakit. Empeng atau dot yang kurang diperhatikan atau dibersihkan dapat menyadi sumber kontak anak terhadap penyakit.
  8. Turunya rasa percaya diri. Bagi anak-anak dot dianggap memiliki sifat menenangkan.  Jadi, ketika anak merasa cemas dia akan meraih dot karena diangap itu memberikan efek ketenangan. Maka tidak jarang kita temui ada anak yang mulai tumbuh besar tapi tidak bisa lepas dari dot nya.

Nah, itulah  delapan bahaya ngedot bagi tumbuh kembang anak. Semoga informasi ini bermanfaat. (as)

leave your comment


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top