For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
Rr Ayu Maulida Putri Pemenang Putri Indonesia 2020

Rr Ayu Maulida Putri Pemenang Putri Indonesia 2020

Jakarta – Gelar pemenang Puteri Indonesia 2020 jatuh ke tangan Raden Roro (Rr) Ayu Maulida Putri dari Jawa Timur. Ajakan untuk memberi dukungan kepada semua pemenang menjadi pesan utama Rr Ayu Maulida Putri sebagai juara utama.

Selain Ayuma, begitu panggilan akrab Ayu Maulida Putri, kemenangan juga dirasakan oleh Putu Ayu Saraswati dari Bali sebagai Runner Up 1 Puteri Indonesia 2020. Ia sekaligus menyandang gelar Puteri Indonesia Lingkungan 2020.

Sementara itu, Jihane Almira Chedid yang mewakili Jawa Tengah menyabet gelar Runner Up 2 Puteri Indonesia 2020 dan Puteri Indonesia Pariwisata 2020.

“Semua pageant lovers harus kompak dan saling mendukung ketiga Puteri. Tidak ada yang boleh saling A,B,C,” kata Ayuma di hadapan para awak media dan pageant lovers selepas acara puncak Pemilihan Puteri Indonesia, Jumat (6/3/2020).

Jadi Pemenang Putri Indonesia 2020, Rr Ayu Maulida Putri: Berkat Doa Ibu
Jihane Almira Chedid menyabet gelar Runner Up 2 Puteri Indonesia 2020 dan Puteri Indonesia Pariwisata 2020.Foto: Grandyos Zafna

Media sosial, katanya, harus dijadikan tempat untuk saling membangun bukan menjatuhkan. “Boleh kasih masukan yang positif, tanpa hate speech dan bullying,” tambah perempuan 22 tahun ini.

Jihane turut mengamini pernyataan Ayuma. “Everyone here is family,” kata Jihane yang sebelumnya dikenal sebagai aktris.

Sebagai pemenang Puteri Indonesia 2020, Ayuma akan mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2020. Semalam, ia juga membawa pulang gelar Busana Tradisional Terbaik Puteri Indonesia 2020.

“Tidak tahu mimpi apa semalam sampai bisa menang, karena jujur aja, aku baru tidur jam empat pagi. Jam tujuh sudah bangun lagi. Tapi saya percaya ini berkat doa ibu dan kakak saya,” kata Ayuma saat menjawab pertanyaan Wolipop. Ia lalu mengatakan, “Hari ini bukan karena keberuntungan saja, tapi buah kerja keras dan harapan.”

 

Pemegang gelar sarjana hukum ini sudah mengecap karier sebagai model sejak usia 14. Dunia modeling lantas membentuk dia menjadi pribadi yang pantang menyerah berani dan mandiri.

Ia memiliki advokasi bernama Senyum Desa yang didirikannya bersama teman pada 2018. Tujuannya untuk mencari solusi dari permasalahan desa dengan program-program yang mereka buat meliputi pemberdayaan perempuan dan anak-anak desa.

Mereka juga memberikan pembekalan tentang pentingnya pendidikan dengan memberikan penyuluhan dan seminar dan memberikan bantuan fasilitas fasilitas pendidikan seperti buku dan perpustakaan mini.

leave your comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top